Bila Kamu belum menguasai metode melaksanakan impor barang dari luar negeri selanjutnya ini kita sampaikan tahap tahap yang wajib Kamu laksanakan.

13 Metode Impor Barang Dari Luar Negeri

1. Memastikan HARGA Serta SISTIM PERDAGANGAN

Perihal terutama serta yang sangat penting yang wajib Kamu pastikan pada Pemasok( Agen) di luar negara merupakan atas dasar apa Kamu melunasi barang dengan harga beberapa itu. Karena, dalam aktivitas impor Kamu kerap mendapati sebutan FOB, CFR, CIF, DDP, FAS serta serupanya yang membuktikan bila tanggung jawab serta peranan bayaran oleh Pemasok( Agen) selesai.

Selaku ilustrasi, bila agen mengenakan FOB( Gratis on Board) hingga pembelian barang dimana seluruh Bayaran Pengiriman ataupun O atau F( Ocean Freight), Asuransi serta Harga Barang dibayarkan sehabis kapal hingga di dermaga dobrak; CFR( Cost and Freight) merupakan term penyerahan barang dimana agen memberikan barang sehabis barang melampaui batasan pagar kapal di dermaga pengapalan dalam kondisi telah menemukan permisi ekspor, namun bayaran pengangkutan hingga ke dermaga tujuan senantiasa jadi peranan Agen; CIF( Cost Insurance and Freight) merupakan sistim pembelian barang dimana Bayaran Pengiriman, Asuransi serta Harga Barang Kamu bayarkan saat sebelum kapal pergi di dermaga memuat; DDP( Delivered Duty Paid) merupakan term penyerahan barang dimana Agen wajib memberikan barang di sesuatu tempat yang Kamu tuding menunjuk serta terletak di dalam area wewenang Kamu dengan situasi semua ritual kepabeanan sudah dituntaskan oleh Agen( door to door service); FAS( Gratis Alongside Ship) merupakan term penyerahan barang dimana Agen harus menanggung bayaran serta efek hingga dengan penyerahan barang disamping kapal di dermaga pengapalan dalam kondisi yang telah menemukan permisi ekspor, serta serupanya.

Metode Impor Barang Dari Luar Negeri

2. Memastikan Metode Serta Bayaran PENGIRIMAN

Sehabis mengenali harga serta term penyerahan perdagangan( term of trade) dari Agen Kamu di luar negara, hingga wajib ditentukan besarnya bayaran bonus supaya barang impor hingga ke Tujuan Kamu.

Buat memperoleh bayaran pengiriman yang pas, tiap industri pengangkutan( forwarder) menginginkan informasi yang cermat mengenai determinasi perdagangan, berat serta format barang yang hendak dikirim. Dalam perihal ini, pihak Agen wajib memberitahukan perihal ini pada mereka. Apalagi, bila Anda

membeli barang atas dasar Ex Works, ialah penyerahan barang yang dilaksanakan disuatu tempat kepunyaan agen, bagus di industri, bangunan ataupun tempat yang lain, hingga Kamu wajib memberitahukan pada Forwarder Tujuan barang dengan cara nyata, serta apalagi wajib diinformasikan pula gampang ataupun sulitnya penjemputan( pengumpulan) barang itu di posisi.

3. Memilah FREIGHT FORWARDER

Kala mengimpor barang dari luar negara, Kamu wajib memilah pelayanan pengiriman barang( Freight Forwarder) yang handal yang bisa menolong Kamu dalam mengurus dan penuhi persyaratan pemilihan serta pengurusan kepabeanan.

Freight forwarder menanggulangi seluruh keinginan peralatan dan membicarakan bayaran bawa, pengurusan banderol bea, asuransi serta berikutnya mengirim barang ke Tujuan Kamu. Serta yang sangat berarti, mereka bisa bawa beberapa barang Kamu ke tempat tujuan dalam durasi yang efisien serta dengan bayaran yang efesien.

4. Memilah Metode PENGIRIMAN YANG YANG Sangat MENGUNTUNGKAN

Supaya bayaran pengiriman lebih lebih irit, Kamu wajib memilah tata cara yang ataupun campuran tata cara pengiriman yang pas. Perihal ini amat berarti buat memperoleh beberapa barang Kamu pada durasi serta tempat yang yang di idamkan.

Selanjutnya ini merupakan 3 opsi pengiriman:

* Lewat Jalur Laut(Ocean Freight): opsi ini sangat baik buat pengiriman barang yang memiliki dimensi lebih besar ataupun barang yang tidak membutuhkan pengiriman kilat.

* Lewat Udara ( Air Freight): Sempurna buat pengiriman dalam jumlah yang lebih kecil ataupun barang yang diperlukan menekan.

* Lewat Bumi( Truk serta Sepur Api): Sebab Indonesia negeri kepulauan yang terpisah dengan lautan dengan negeri lain, hingga kedua layanan ini ialah metode pengiriman yang dikombinasi dengan pengiriman laut serta udara.

Kamu butuh memastikan seberapa kilat membutuhkan barang buat hingga ke Tujuan Kamu. Sebab itu, butuh dipikirkan pengganti apakah butuh dikirim lewat udara ataupun laut. Misalnya, barang dari Singapore, pengiriman lewat udara oleh Pressti Cargo dengan cara biasa bisa menghabiskan durasi 1- 7 hari, serta pengiriman laut dapat menyantap durasi sebagian hari hingga 2 minggu, apalagi dapat lebih. Ini nyata mempengaruhi kepada bayaran pengiriman.

Baca Juga :  Expedisi Murah Cargo Laut Jakarta Timor Tengah Selatan

Dalam sebagian peristiwa, buat barang dalam jumlah kecil( hingga 100 kilogram, terkait pada daya muat) kerap lebih ekonomis pengiriman lewat udara, sebab bayaran minimal buat angkutan laut kerapkali lebih besar dari bayaran totalitas pengiriman lewat udara.

Kamu pula butuh memastikan apakah durasi transit yang diperlukan. Dalam mayoritas permasalahan bayaran pengiriman buat durasi transit lelet ataupun arah tidak langsung lebih kecil dari transit kilat ataupun arah langsung. Ilustrasinya angkutan udara langsung Singapura- Jakarta umumnya hendak lebih mahal dari Singapore– Akar Pinang- Jakarta. Perihal yang serupa legal buat angkutan laut, umumnya angkutan langsung dari Tokyo ke Jakarta hendak lebih kilat serta lebih mahal dari Tokyo ke Jakarta lewat Singapore dimana barang hendak diturunkan dulu dari kapal dari Tokyo, setelah itu terkini dilansir kembali ke kapal lain buat pengiriman ke Jakarta.

Dalam perihal ini, bila Kamu tidak menginginkan beberapa barang Kamu datang sedini bisa jadi, hingga kenapa Kamu melunasi layanan lebih mahal sementara itu terdapat layanan lelet yang lebih profitabel. Sedemikian itu pula kebalikannya, Kamu bisa memilah arah langsung dengan pengiriman kilat dengan bayaran yang lebih mahal, karena dari pada sangat lama menaruh duit( modal) pada barang, sementara itu barang itu betul- betul wajib terletak di posisi pada bertepatan pada khusus.

5. ASURANSIKAN BARANG ANDA

Amat dianjurkan supaya Kamu mengasuransikan beberapa barang Kamu kala mengimpor dari luar negara. Kedua pihak yang ikut serta dalam bisnis ekspor- impor wajib seluruhnya mengetahui tanggung jawab mereka.

Agen atau Pemasok( eksportir) di luar negara bisa jadi kerap bebas tangan sehabis barang tidak terdapat lagi pada mereka, sebaliknya Kamu dapat jadi resiko saat sebelum barang itu diperoleh.

Produk Asuransi Cargo membagikan proteksi barang kamu( barang yang dikirim dengan kapal) kepada: kebakaran, dentuman, jatuh serta karam, angin besar, barang yang cacat diakibatkan oleh laut atau cuaca semacam yang tertera pada perjanjian yang Kamu untuk dengan Agen. Determinasi mengenai perihal ini umumnya dicantumkan dalam kontrak pemasaran ataupun Letter of Credit.

6. Pahami Peraturan Pabean

Jika sebelum mengimpor barang Kamu disarankan buat memastikan apakah terdapat pemisahan ataupun suatu larangan impor kepada barang yang mau Kamu impor. Yakinkan pula, bisa jadi beberapa barang itu membutuhkan perlakuan spesial ataupun butuh dilengkapi akta khusus dari negeri asal saat sebelum bisa masuk ke Indonesia ataupun bisa jadi memanglah dilarang impor. Data mengenai perihal ini bisa Kamu tahu dari pihak Banderol Bea ataupun Freight Forwarder yang kamu tahu.

7. Memastikan Metode PEMBAYARAN

Sehabis menemukan afirmasi harga serta term perdagangan( terms of trade) dari Agen Kamu serta keseluruhan bayaran pengiriman( tercantum, banderol masuk, fiskal serta lain- lain) buat kedatangan barang ke Tujuan Kamu, hingga Kamu bisa melaksanakan pembayaran pada Agen luar negara dengan salah satu metode selanjutnya:

Memindahkan BANK

Memindahkan Bank ataupun memindahkan Teleks ialah alat buat mengirim anggaran pergi negara. Anggaran ditransfer ke rekening Agen serta mereka setelah itu hendak mengirimkan barang pada Kamu. Tata cara pembayaran ini merupakan yang sangat biasa dipakai, tetapi memiliki efek seandainya Agen di luar negara ingkar akad.

KARTU KREDIT

Pembayaran dengan Kartu Angsuran bisa dicoba bila Agen mempunyai akad bisnis perdagangan dengan industri kartu angsuran global. Kelancaran pembelian yang berhubungan dengan berbelanja online ataupun wujud lain dari pemasaran jarak jauh amat terkait pada persoalan apakah para konsumennya membagikan No Kartu Angsuran yang asi.

Baca Juga :  Jasa Ekspedisi Via kapal Laut Jakarta Dompu

Dalam pembelian jarak jauh dengan memakai Kartu Angsuran Kamu wajib membagikan rincian Kartu Angsuran lewat faks atau telepon ataupun email. Perihal ini bisa mendatangkan efek untuk kedua koyak pihak karena rincian Kartu Angsuran bisa dicegat alhasil berkesempatan terbentuknya bisnis pembohongan yang mudarat pemegang kartu. Metode ini memanglah bagus, tetapi keamanan Kartu Angsuran online senantiasa jadi permasalahan.

WESEL INKASO

Dalam sistem ini Agen mempunyai hak pengawasan beberapa barang hingga wesel( draft) Kamu beri uang( aksep). Agen ataupun Pembujuk Wesel( Drafter) mengapalkan barang sedangkan akta pemilikan atas pengiriman barang dikirim dengan cara langsung ataupun lewat Bank Pengimpor pada Anda

Penyerahan akta pada Kamu didasarkan pada: D atau P( Document Against Payment), ialah penyerahan akta pada Kamu bila Kamu sudah melunasi; serta D atau A( Document Against Acceptance), ialah penyerahan akta pada Kamu bila Kamu sudah mengaksep weselnya.

LETTER OF CREDIT( L atau C)

Letter of Credit( L atau C) merupakan tata cara pembayaran yang kerap dipakai dalam perdagangan global serta mempunyai keunggulan serta kekurangan. Sesuatu Letter of Credit pada dasarnya ialah akad yang Kamu untuk pada Agen yang melaporkan kalau Kamu hendak melunasi pada durasi khusus. Akad ini umumnya dibantu( dipastikan) oleh Bank. Pembayaran dengan L atau C membagikan tingkatan keamanan paling tinggi, namun lebih mahal dari sistim pembayaran yang lain serta bisa menimbulkan janji pengiriman.

PEMBAYARAN Setelah itu( OPEN ACCOUNT)

Sistem pembayaran dimana Kamu belum melaksanakan pembayaran apapun pada Agen saat sebelum barang dikapalkan ataupun saat sebelum barang Kamu dapat ataupun saat sebelum waktu durasi khusus semacam yang sudah disetujui. Dalam pembayaran ini, sehabis Agen melaksanakan pengapalan barang, mereka hendak mengirimkan Invoice pada Kamu, dimana dalam Invoice itu Agen hendak memuat bertepatan pada serta durasi khusus bila Kamu wajib melaksanakan pembayaran.

Metode pembayaran ini banyak dipakai oleh beberapa besar industri yang melaksanakan bisnis dengan industri di luar negara dimana mereka sudah lama menjalakan ikatan perdagangan alhasil sudah silih yakin. Meski begitu. sebagian Agen kerap memohon sedikit pembayaran di wajah( DP) saat sebelum mereka hendak mengirimkan barang.

Metode PEMBAYARAN LAIN

Metode pembayaran yang lain yang bisa Kamu jalani merupakan: Tukar barang ialah pembayaran harga barang yang Kamu impor dibayar( diganti) dengan barang yang Kamu ekspor yang nilainya serupa( tanpa terdapatnya pembayaran dalam wujud duit); Tukar barang Titip jual, serupa dengan metode Tukar barang, kelainannya cuma bila angka barang ekspor angka lebih besar ataupun lebih kecil, hingga angka beda harga wajib dibayar; Pembayaran Dimuka( Advance Payment) kurang dari 100%.; serta Pembayaran dengan cara Kas( Cash Payment).

Dari uraian di atas, kala kita memandang dari perspektif efek serta setelah itu menyudahi metode pembayaran terbaik, hingga bagi opini kita: Memindahkan Bank, Wesel serta Pembayaran Setelah itu( Open Account) lebih simpel serta ekonomis dibanding L atau C, namun kurang nyaman. Meski begitu, supaya Kamu tidak dibebani dalam aktivitas Impor, hingga Kamu wajib kerap menanya serta beralih benak dengan para Pengimpor yang telah profesional.

8. Menata PENGIRIMAN BARANG

Sehabis melunasi harga barang, Kamu lekas mengurus pengirimannya. Bila Kamu membeli barang tidak tercantum bayaran angkutan, Kamu butuh bertamu Freight Forwarder buat memberitahukan Tujuan Agen semacam julukan, no telepon, kopian Invoice, Packing List serta sebagian akta lain yang meyakinkan pembelian barang. Setelah itu Forwarder memerintahkan perwakilannya di luar negara buat menata pengiriman barang itu. Pada dikala yang serupa Kamu butuh bertamu Agen supaya memberikan barang pada Perwakilan Freight Forwarder Kamu cocok dengan julukan serta Tujuan yang kamu bagikan.

9. Memenuhi DOKUMEN

Sehabis barang kamu dikirim, hingga kamu hendak diserahkan( dikirim) sebagian akta khusus dalam bagan pengurusan kepabeanan, serta buat keperluan- keperluan yang lain supaya barang itu bisa hingga ke Tujuan Kamu.

Baca Juga :  Jasa Ekspedisi Murah Via Kapal Pelni Jakarta Seba

Dokumen- dokumen itu, ialah:

Comercial Invoice, ialah catatan angka atau harga barang yang tertera dalam Packing List. Commercial Invoice ini berisikan angka barang per item serta keseluruhan angka barang.

Bill of Lading( B atau L), ialah pesan atau akta yang diterbitkan oleh Shipping Line atau Freight Forwarder buat tiap pengiriman barang Eksport. Bill Of Lading ini di terbitkan pada bertepatan pada kepergian kapal. Bill Of Lading esoknya hendak diserahkan pada Kamu buat mengutip barang di tempat tujuan( pengumpulan barang impor). Guna dari Bill of Lading amat banyak, ialah tidak hanya selaku fakta pengumpulan barang di tujuan, pula dilampirkan dalam cara pembuatan COO.

Airway Bill( AWB), guna serta khasiatnya merupakan serupa dengan Bill Of Lading. Tetapi AWB ini spesial buat pengiriman barang lewat udara.

Bill of Lading atau Airway Bill, Packing List serta Commercial Invoice merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam cara eksport import ataupun dapat dibilang ketiga akta ini merupakan 1( satu) set akta ekspor atau impor.

Dokumen- dokumen pendukung yang lain, ialah:

Certificate of Origin merupakan Akta Asal Barang. Diterbitkan oleh Lembaga terpaut di negeri asal. Khasiatnya merupakan selaku fakta kemurnian barang dari negeri asal semacam yang tercetak pada Bill Of Lading. Pesan Penjelasan Asal bisa dimasukkan dalam Commersial Invoice, namun pada akta terpisah.

Packing List merupakan Catatan Sistem Pembalutan. Packing List diterbitkan oleh tiap eksportir tiap kali hendak mengekspor. Data- data Packing List inilah yang hendak di memuat pada Bill of Lading ataupun Airway Bill. Packing List berisikan data- data Julukan serta Tujuan Shipper, Julukan serta Tujuan Consignee, Julukan serta Tujuan Notify Party( bila terdapat), Julukan Barang, Jumlah serta Tipe Bungkusan, Jumlah barang, Berat Bersih( Net Weight), Berat Kotor( Gross Weight), Kubikasi, Shipping Marks and Numbers atau Penjelasan yang tercatat pada bungkusan, Julukan Vessel, Dermaga Memuat, Dermaga Dobrak( Buat jenjang jenjang ini, akta minimun yang Kamu butuhkan merupakan Commercial Invoice serta kopian Bill of Lading ataupun Air Waybill)

10. MENGURUS PERIJINAN IMPOR

Sehabis barang Kamu berakhir dikirim serta seluruh akta ekspor dari negeri asal sudah diperoleh, saat sebelum barang datang di Indonesia, hendaknya banderol masuk serta seluruh perizinan impor mulai diurus. Kamu bisa mengurus sendiri ataupun mengenakan pelayanan pihak lain. Dalam perihal ini, bila Kamu mengenakan Pelayanan Pengangkutan Impor Door to Door, pengurusan ini merupakan tanggung jawab serta kewajiban Freight Forwarder yang mengangkat barang Kamu dari luar negara.

11. Melunasi Banderol MASUK Serta Bayaran LAINNYA

Seluruh barang impor yang masuk ke Indonesia wajib ditilik serta menemukan persetujuan Banderol Bea dan dikenakan Banderol Masuk, Bea, PPh Artikel 22. serta fiskal yang lain. Barang impor yang tidak dikenakan banderol itu merupakan barang buat hadiah, keselamatan rohani, tujuan kultur, kebaikan, dsb.

12. Menghasilkan BARANG DARI Area PABEAN

Sehabis menuntaskan seluruh pengurusan di bea cukai serta barang Kamu sudah bisa pergi, hendaknya barang itu lekas dibawa ke Tujuan Kamu.

13. Menyambut BARANG Serta KLAIM ASURANSI

Kala barang sudah datang di tempat, Kamu wajib mengecek dari seluruh kehancuran ataupun mungkin terdapatnya barang yang lenyap. Tiap kehancuran wajib dicatat dengan cara nyata serta ditaruh buat memo Kamu.

Kala menyambut barang, Kamu ataupun Karyawan Kamu wajib membenarkan sudah membagi jumlah bagian barang yang Kamu dapat telah betul.

Bila barang Kamu terdapat yang cacat ataupun kekurangan, Kamu wajib langsung memberitahukan pada Freight Forwarder serta Industri Asuransi. Freight Forwarder hendak mengajukan klaim pada pihak yang pas dan menolong Kamu dalam memperoleh klaim asuransi. Direkomendasikan buat mengirim gambar serta informasi pendukung yang lain mengenai situasi kehancuran. Janganlah membuang barang yang cacat ataupun mengeluarkannya dari bungkusan saat sebelum ditilik oleh Industri Asuransi ataupun Freight Forwarder.

Need Help? Chat with us